Login / Register    » RSS GEMA Feed

Willy Wonka & the Chocolate Factory

admin's picture

Charlie Bucket (Peter Ostrum) adalah seorang anak yang miskin. Selain membesarkan Charlie, ibunya harus menjaga kakek-nenek dari pihak ibu dan pihak ayah yang sedang terbaring sakit. Charlie dengan susah payah berusaha membantu keluarga (termasuk bekerja sebagai pengantar koran sepulang sekolah. Charlie mendengar bahwa pemilik pabrik cokelat bernama Tuan Willy Wonka (Gene Wilder) telah memasukkan "Tiket Emas" (Golden Ticket) ke dalam 5 batang cokelat Wonka Bar. Penemu tiket tersebut berhak mengikuti tur ke dalam pabrik cokelat Wonka yang terkenal di dunia, termasuk teknik pembuatan cokelat yang sangat dirahasiakan, dan pasokan cokelat cukup untuk dimakan seumur hidup.

Charlie sangat ingin untuk menang. Ia menerima satu batang cokelat Wonka sebagai hadiah ulang tahun, dan satu batang lagi dari Kakek Joe (Jack Albertson), tapi keduanya tidak berisi tiket emas. Ia semakin putus asa ketika mendengar kelima tiket emas ternyata sudah ditemukan. Keesokan harinya ketika ia sedang berada di kota, ia menemukan uang di selokan. Uang itu digunakannya untuk membeli satu batang cokelat Wonka di toko permen yang segera dimakannya sampai habis. Sebelum pulang, ia memutuskan untuk membeli sebatang cokelat lagi untuk Kakek Joe.

Ketika sudah berada di luar toko, ia mendengar berita bahwa lembaran tiket kelima yang ditemukan ternyata palsu. Selembar tiket emas masih belum ditemukan. Charlie dengan penuh harap membuka sebatang cokelat yang dibelinya untuk Kakek Joe. Di dalamnya ternyata ada tiket emas. Segerombolan penjahat langsung mengerumuninya dan hendak merampas tiket tersebut. Charlie melarikan diri, dan ditolong seorang pria berwajah sinis. Pria itu adalah Arthur Slugworth (G√ľnter Meisner), pemilik pabrik cokelat saingan Wonka yang ingin mencicipi permen Everlasting Gobstopper ciptaan baru pabrik cokelat Wonka. Pak Arthur menawarkan kepada Charlie untuk menukar tiket emas dengan uang yang banyak, tapi tawaran tersebut ditolak Charlie.

Keesokan harinya dengan ditemani Kakek Joe, Charlie datang ke pabrik cokelat. Pemilik tiket diminta menunggu hingga Wonka sang pemilik menampakkan diri. Wonka adalah seorang laki-laki yang berjalan agak pincang dengan memakai tongkat. Pabrik cokelat Wonka ternyata adalah tempat ajaib yang dipenuhi dengan sungai cokelat yang mengalir. Semuanya bisa dimakan, ada juga jamur raksasa dan kertas dinding yang bisa dicicipi. Pegawai yang bekerja di sana adalah orang pendek berwarna oranye yang disebut Oompa Loompas. Anak yang memenangkan tiket emas diberi permen ajaib bernama Everlasting Gobstopper yang bisa tidak bisa habis mencair di mulut, tapi tidak juga bisa hilang rasa manisnya. Sewaktu tur berlangsung, keempat anak-anak yang lain ternyata rakus, serakah, manja, dan berkelakuan buruk, hingga satu per satu dari mereka harus menanggung akibatnya. Pada akhirnya peserta tur hanya tinggal Charlie Bucket dan Kakek Joe.

Submitted by admin on 3 September, 2010 - 09:01

Komentar